Minggu, 28 Februari 2010

Mengenal Fotografi Secara Umum

Perkembangan fotografi dari hari ke hari semakin pesat saja. Dengan adanya digital foto semakin menonjolkan dunia fotografi ke permukaan, bahkan sudah bisa dijadikan sebagai profesi yang menjanjikan dan semakin banyak peminatnya. Saya juga termasuk salah satu orang yang sangat menggemari fotografi. fotografi sangat memberikan inspirasi bagi kehidupan.Akan tetapi, Apakah dengan seperangkat kamera digital sudah cukup? Belum, walaupun kamera digital memberikan banyak kemudahan bagi kalangan pemula tetapi itu tidaklah cukup. Hanya dengan seperangkat kamera digital kita sudah dapat menghasilkan gambar, jepret liat hasil di lcd, bagus disimpan jelek dihapus lalu motret lagi. Pada dasarnya fotografi tidaklah demikian. Fotografi adalah bagaikan seorang maestro pelukis handal walau tidak memegang kuas dan kanvas. Fotografi adalah menggambar dengan cahaya. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk bisa menghasilkan suatu gambar yang sempurna. Bagi sebagian orang ketika memegang kamera lalu membidik menentukan obyek dan jepret apa komentar yang didapat? Ternyata memotret itu tidak gampang ya?...

Memang itulah fotografi ketika kita memerlukan gambar yang sempurna tidaklah semudah apa yang kita bayangkan. Teknik dasar pemotretan, pencahayaan, komposisi dan pengalamanlah yang menentukan.

Teknik dasar pemotretan
Secara gampang untuk memulai memotret ada 3 hal dasar yang diperluakan
1. Kamera
2. Lensa
3. Pencahayaan / Flash

Kamera
Berbagai macam jenis kamera sekarang telah beredar dipasaran dari yang analog sampai digital high end terus bermunculan. Dari yang menggunakan film 135 hingga format besar. Dari pixel kecil hingga yang besar.
Kita khususkan pada kamera digital. Kamera digital dengan pixel besar akan menghasilkan gambar yang lebih sempurna dalam pembesaran foto.
Didukung pula fungsi-fungsi kamera yang laen.

Lensa.
Untuk melengkapi kebutuhan fotografer pabrikan telah banyak melengkapi koleksi lensa yang mereka produksi dari yang fix lens, zoom lens / tele, sudut lebar dan berbagai macam lensa.

Sumber Cahaya
Sumber cahaya yang utama adalah matahari, tetapi bagaimana kalau didalam studio? Flash atau dari lampu studio bias dijadikan sumber cahaya

Dalam memotret kita juga harus memahami beberapa bagian

1. Asa / ISO
Kepekaan film, semakin tinggi nilai asa/iso nya semakin kuat ia menangkap cahaya
Begini saja, anggap saja ISO ini adalah kumbang yang bekerja di dalam camera anda. Kalo di camera saya saya set ke ISO 400 berarti saya mempunyai 400 kumbang yang bekerja, jika anda set camera anda ke ISO 100 berarti anda cuman punya 100 kumbang untuk bekerja di dalam kamera anda.

Nah ukuran ISO dalam perbedaan satu stop adalah:
100 ->200 ->400-> 800 ->1600
ISO 800 adalah 3 kali lebih sensitif daripada ISO 100 (lebih sensitif terhadap cahaya 3 stop), tetapi hasil potonya mungkin agak grainy (seperti berpasir) Nah dalam hal ini lah yang harus menjadi pertimbangan anda kapan harus kompensasi demikian.

2. DIAFRAGMA/APERTURE
Aperture adalah bukaan lensa untuk mengatur berapa banyak cahaya yang masuk. Ukuran aperture biasanya bisa di liat dengan f/ number. Semakin besar nomer f/ nya semakin kecil bukaan lensanya. Dengan kata lain, semakin kecil nomer f/ nya, semakin GEDE bukaan lensanya. CONTOH: f/2.8 bukaannya lensanya tuh lebih besar daripada f/11. Aperture ini lah yang biasanya orang orang di kritik Orang pada bilang "Wahhhh bagus bener DOFnya, bagus bener pemandangannya!" Nah sekarang ngerti kan kalo Aperture ini adalah sang komandan yang bertanggung jawab atas wilayah ketajaman di dalam satu foto. DOF, kepanjangan dari Depth-of-Field, yaitu wilayah di sekeliling subject yang di rekam oleh camera yang layak tampil tajam di hasil potonya.

3. SPEED
Nah apa ini? Kalo tadi Aperture kan ngatur berapa banyak cahaya yang masuk kan? Nah kalo Shutter Speed ini ngatur berapa lama cahaya itu masuk ke film. Contohnya: shutter speed 2s (2 detik) tentunya cahaya yang masuk lebih lama ya kan? kalo shutter speed 1/1000s ( 1/1000 detik lho) ya jelas aja cahaya yang masuk cuman sekilat aja.

Nah, pada dasarnya Yang penting adalah kita mengenal kamera serta fungsi-fungsinya sebagai alat yang menyalurkan visi kita dalam menghasilkan sebuah gambar. Jadi, semua fungsi memiliki efek samping, tapi bukan berarti ini jelek. Namun, kita harus bisa menggunakannya dengan bijak. Pertanyaannya adalah, efek apa yang ingin dihasilkan supaya memperkuat pesan yang ingin disampaikan? Kalau mau lebih kuat lagi sampeiin aja sendiri.

0 komentar:

Poskan Komentar